Minggu, 08 Maret 2015

Kenangan Kecil Bersamamu :')

      Rentang kehidupan yang kita jalani, tak pernah ada yang tahu. Bahkan untuk melewati hari esokpun hanya menjadi rahasia sang pencipta Allah SWT. Hari terlewati terasa begitu cepat. Dengan segala aktivitas yang kita lakukan, namun semua itu tak sekalipun menghilangkan setiap jengkal kenangan yang pernah hadir dalam tiap nafas kehidupan kita.
      40 hari lalu, tak tebersit akan mendapat berita duka. Memanglah sekali lagi harus kita akui, kematian adalah salah satu rahasia besar Allah SWT. Seorang gadis, entah anggapan yang lain tapi bagiku ia lebih dari seorang tetangga. Sedari kecil menjadi teman sepermainan. Ella… biasa kami memanggilnya.
        40 hari berlalu, namun rasa kehilangan itu begitu terasa. Pada tiap sudut rumah, ia banyak meninggalkan kenangan bagi kami sekeluarga. Gadis manis, cantik, putih bahkan sifatnya pun sungguh mendukung wajah cantik nya. Sungguh cantik. Tiap orang yang ia temui selalu bilang, Ella tak pernah meninggalkan wajah jeleknya. Selalu senyuman manis renyah bersahabat. Ah, masih belum sepenuhnya percaya. Sungguh luar biasa… Selalu juga meyakinkan hati, Alllah SWT tahu yang terbaik untuk kita semua. Tapi sebagai manusia biasa, rasa kelukaan hati lebih dari rasa patah hati. Begitu banyak masalah berat yang dilalui, tapi kehilangan ini, sungguh menyayat hati.
      Sekedar mengenang hal-hal kecil yang terjadi, menjadi pengobat lara untuk diri sendiri. Dulu, sewaktu kecil… entah, akupun lupa apa yang kami perebutkan tapi yang terakhir ku ingat, Ella memanjat pagar setinggi pinggang orang dewasa, melintas ke sebelah menuju rumahku dan meraih tanganku. Tepat dipergelangan tanganku ia menggigit kuat, berdarah dan membekas hingga hari ini. Sewaktu ia masih disini, kami selalu memaksa mengingat kenapa hal itu bisa terjadi. Sambil tertawa kami berdua pun lupa dengan inti dari kejadian gigitan itu. Tapi bekasnya menjadi bukti kejadian itu ada. Dulu hal itu menjadi hal lucu. Tapi sekarang, tiap mengoles tangan dengan handbody, melihat bekas itu dipergelangan tangan, menjadi tangis sedih. Betapa bersyukurnya aku bekas itu tak menghilang dari tubuhku. Biarlah, menjadi kenangan buatku sendiri.
     Ella tak pernah membatasi diri dalam bergaul. Semakin dewasa semakin ia memiliki banyak sahabat. Mungkin karena keramahannya. Semua orang kehilangan sosoknya. Dia tidak peduli tengah malam saat orang sedang istirahat pun, ia akan datang ke rumah kalau mau. Sekedar ngobrol bareng dede dwi, atau mungkin minta atau pinjam sesuatu.
      Ia juga tidak pernah mau anakku memanggilnya aunty. Mimi. Mimi Ella. Sifatnya yang penyayang anak kecil membuat banyak anak kecil suka pada nya termasuk Ryu, anakku. Bagi Ryu mimi nya sosok yang sangat baik. Sejak Rei lahir, Ryu selalu dirumah Ella. Sejak Ryu belum bisa berjalan hingga hari ini Ryu pergi ke rumah itu tanpa dijemput lagi. Ryu terlalu kecil untuk mengerti kemana mimi nya pergi. Yang ia tahu, mimi nya berangkat ke luar kota. Ada pekerjaan. Ryu menjadi bagian kecil dari hidup Ella. Sejak ia masih belum bisa berjalan, Ella sibuk memaksakan diri mengurusnya. Minta pampers dan pakaian ganti di rumah untuk memandikan Ryu di rumahnya. Dia sangat senang bersusah payah. Padahal, selalu aku minta Ryu dikembalikan saja saat waktu mandi tiba. Tapi Ella selalu bilang “enggak ah, entar anakku enggak dibalikin lagi abis mandi”. Hahaha… kalau ingat hal itu, ingin tertawa kecil. Kadang aku bingung, Ryu itu anakku atau anaknya mimi?
       Aku tak pernah merasa bimbang Ryu berada lama disana karena pasti diurus dengan baik olehnya. Tapi, aku bimbang kalau Ryu akan terlalu merepotkannya. Bahkan terakhir sebelum kepergiannya yang sangat tiba-tiba itu, ia sempat ke rumah, tepatnya sabtu sore dua hari sebelum ia tak lagi ada bersama kita. Ia membantuku mengenakan pakaian untuk Ryu dan Rei kemudian mengajak dua jagoan kecil itu ke rumahnya. Ia sempat bercanda dengan Ryu dan Rei dikamar, menanyakan kapan abinya Ryu pulang ke Tarakan. Kembali lagi itulah rahasia Allah SWT. Kita tak pernah tau kapan kita kembali menghadap-Nya.
      Aku dan keluarga ku hanyalah bagian kecil yang mendapatkan kenangan dari nya. Kenangan yang sangat manis. Saat ini, kami hanya bisa membantu menghibur Ibu sebatas kemampuan kami. Menemaninya kala waktu senggang walau hanya sekedar ngobrol agar sedikit terobati rasa sedihnya. Meski tak kami pungkiri, kedatangan kami tak akan mengobati kesedihan itu dalam jumlah banyak. Seculipun mungkin tak cukup. Kami yang hanya sekedar orang lain bisa menangis dan merasa kehilangan luar biasa hingga hari ini, dan dengan begitu kami bisa membaca perasaan hati Ibu yang pasti sangat luar biasa sedihnya.
        Terima kasih sudah menjadi bagian dari kehidupan kami ya, adik kecil. Tiap kenangan itu akan tetap tersimpan utuh di hati kami. tak akan hilang tergerus waktu kecuali kepikunan menghampiri kami. 
      Tenanglah disana, Mi… semoga Allah SWT melapangkan kuburmu, menjauhkanmu dari siksa kubur dan diterima di sisi Allah SWT. Aamiin.

Inna Lillahi wa Inna Illahi Roji’un

In Memoriam : Andi Dayang Zamlai (Ella) binti Andi Nasir.

1 komentar:

  1. :( kak anggie sekarang tepat 1tahun ella pergi msh blm percaya n msh teringat setiap aku liat ALL ABOUT HELLO KITTY.tak luput aq telintas tntg ella .dan tntg riyu yg sering main kerumah. n share fto riyu mintak dibikinkan roti panggang hello kitty . meski baru sekali jumpa ella dijakrta .tapi kami dekt via bbm n telpon. kak anggie salm kenal ya.

    BalasHapus

Terima Kasih untuk waktu nya membaca blog saya :)
Mohon berikan komentar dengan bahasa yang baik yah...