Kalau
diucapkan sepintas, sapaan ini hanyalah sapaan biasa untuk anak seumuran 2
hingga 5 tahun. Tapi tidak untuk keluarga kecil saya. Sapaan ini begitu
istimewa. Sapaan keramat kalau saya bilang sih… hihihi… tapi tidak bisa
diidentikkan dengan hal yang syirik loh yah…
Sapaan ini hanya berawal dari sapaan
manja untuk sulung nya saya. Kami biasa memanggilnya abang. Si abang selalu
saya sapa sejak usianya 2 tahun dengan sapaan ini kala ia bangun tidur. Entah
pagi atau siang. Biasanya abang tidur di kamar dan kami tinggalkan beraktifitas
di sekitar rumah. Tiba-tiba abang keluar dari kamar dengan setelan kaus dalam
putih (singlet baby) dan celana dalam (biasanya kalau pakai kostum ini dia
menyebutnya abang pahlawan sempak! Hahaha… entah ide darimana ituu… malu
sayaahhh x_x). balik lagi yah,
kepanjangan penjelasannya.. hehehe… nah, kalau tiba-tiba bangun gitu, saya
langsung sapa “eee… sudah baanguunn” seraya menggendong atau sekedar mencium
pipi chubby nya.
Karena keseringannya sapaan itu,
bagi abang hal itu istimewa. Bila kita di rumah lagi pada sibuk dan
mengabaikannya saat bangun dengan melewatkan sapaan itu, mood nya bakal rusak
seharian. 1 x 24 jam! Semua yang kita lakukan salah… salah besar. Kasih makan
salah, kasih mandi salah, ajak main salah, ajak nonton salah… well alhasil
abang bakal ngambek, nangis, teriak-teriak… dan hal itu berlangsung hingga hari
ini usia nya menginjak 4 tahun. Dan hal yang lebih gemes lagi, sapaan itu
berlaku untuk semua orang. Aunty, utie (nenek), a’ai (kakek), abi, ummi, dan
adiknya sekalipun tak luput absen harus menyapanya… hahaha… satu saja orang
rumah yang tidak menyapanya… OK… nikmati hari indahmu dengan rewelan abang!
Wkwkwk…
Sapaan ini tertular juga ke si adik…
tapi kalau adik lebih flexible sih… cukup satu aja yang nyapa… tapi bisa berabe
juga kalau ada abang… abang bakal instruksikan semua orang di rumah untuk
menyapa adiknya. Tidak boleh diwakilkan… hahaha… selalu senyum-senyum sendiri
kalau ingat tingkah laku abang…
Sapaan istimewa ini akhirnya jadi
bahan candaan orang rumah. Pernah sekali waktu kita sibuk dan fokus buat kue di
dapur. Tiba-tiba aunty cantik (panggilan khusus anak saya untuk adik perempuan
saya) memecah kesunyian “eee… sudah baaanguuunnn” dan percaya nggak percaya utie
dan saya reflex menoleh ke arah kamar dengan mulut menganga mau mengucapkan
sapaan yang sama. tapi kamar saya terlihat sunyi dengan pintu tertutup. Adik
saya tertawa terpingkal-pingkal melihat tingkah spontan kami. Tentu saja kami
reflex ikut tertawa. Karena hal itu sudah menjadi rutinitas kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih untuk waktu nya membaca blog saya :)
Mohon berikan komentar dengan bahasa yang baik yah...